1. CBIS
a. Definisi
CBIS
Merupakan
sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yg berkualitas dan dapat
dipergunakan sebagai alat bantu yg mendukung pengambilan kepeutusan, koordinasi
dan kendali serta visualisasi dan analisis. Informasi yg disajikan dalam bentuk
tulisan dan lisan oleh suatu pengolah informasi dan berbasis komputer. Pada
bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni: SIA, SIM,
DSS, EDP dan SPK.
b. Evolusi
CBIS
Menurut
Umar (2005) Evolusi sistem informasi yang berbasis komputer yang tahapannya
memperlihatkan perkembangan kemajuan tekonolgi sistem informasi sekaligus
pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan
Evolusi CBIS adalah
sebagai berikut:
1)
SIA (Sistem
informasi
Aplikasi SIA menggunakan komputer hanya bersifat
pengolahan data perusahaan secara sederhana, dimana informasi untuk manajemen
masih merupakan produksi sampingan. Pada fase ini
penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi berbeda dengan abad
ke-20 perusahaan pada umumnya mengabaikan kebuuhan informasi SIA.
2)
SIM (Sistem
informasi Manajemen)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi
baru alat penghitung yg mempengaruhi cara penggunaan komputer yaitu SIM.
Fokus refisi pada pendukung keputusan
Sisitem pendukungg keputusan (decision support system) sistem penghasil informasi yg ditujukan pada suatu masalh tertentu yg harus dipecahkan oleh menejer dan keputusan yg harus dibuat menejer itu sendiri seperti DSS. Konsep SIM menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi manajemen.MIS merupakan satu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.
Fokus refisi pada pendukung keputusan
Sisitem pendukungg keputusan (decision support system) sistem penghasil informasi yg ditujukan pada suatu masalh tertentu yg harus dipecahkan oleh menejer dan keputusan yg harus dibuat menejer itu sendiri seperti DSS. Konsep SIM menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi manajemen.MIS merupakan satu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.
3)
DSS (Decision Support System)
Merupakan sistem pengahasil informasi yang ditunjukkan
pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta mengambil
keputusan. Jadi DSS mendukung satu orang manajer sekalipun dengan masalahnya
sendiri-sendiri. Sistem pendukung keputusan (decision
support system) sistem penghasil informasi yg ditujukan pada suatu masalh
tertentu yg harus dipecahkan oleh menejer dan keputusan yg harus dibuat menejer
itu sendiri seperti DSS.
4)
OA (Office Automatic)
Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan
productivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat
elektronik, seperti modem, fax, word-prossesing,
e-mail, dan desktop publishing. Pada
waktu DSS berkembang perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office
automation) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara
para menejer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
5)
Sistem Pakar
Ide dasar kecerdasan buatan (AI) adalah bahwa
komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama
seperti manusia. Bagian khusus dari AI adalah sistem yang berfungsi sebagai
seorang spesialis pakar (expert system).Sistem
pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam satu
area fungsional. Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan sebagai bantuan
yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen. Komputer
dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian dari penalaran logis yg sama
seperti manusia, suatu aplikasi yg dinamakan kecerdasan buatan (artificial
intelligence).
Jadi guys, seperti uraian diatas sangatlah jelas bahwa kehadiran teknologi sistem komputer sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yg dapat dipertanggungjawabkan.
Jadi guys, seperti uraian diatas sangatlah jelas bahwa kehadiran teknologi sistem komputer sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yg dapat dipertanggungjawabkan.
2. Data
Amsyah (2005) mendefinisikan data adalah bahan
utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi. Tanpa data, pekerjaan
informasi tidak akan pernah ada. Data adalah fakta yang terjadi karena adanya kegiatan
organisasi yang terjadi pada lini transaksi, manajemen lini bawah, lini tengah,
dan lini atas.
a.
Hirearki data
Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam
nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat
digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan
sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on
dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte
merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter
dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte
adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda).
Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field
merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang
merupakan field nama. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang
membentuk suatu kata.
Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic
saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang
mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar 1 merupakan contoh dari record. Jadi
record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal
gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan
nilai A.
Database merupakan kumpulan
file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada
operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi
elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan
berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer
dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu.
Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam
suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu
database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen,
kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi
akademik.
b. Penyimpanan
data sekunder
Menurut Sulianta (2016) Storage device atau media penyimpanan.Istilah ini mengacu pada
media penyimpanan sekunder (secondary
storage device).Salah satu istilah yang mengacu pada media penyimpanan
sekunder, antara lain DASD dan SASD.
1)
Direct Access Storage Device (DASD) yaitu proses yang lebih cepat di banding
SASD, karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu dari awal berurutan.
2)
Sequential Access Storage Device (SASD) yaitu proses yang lambat karena untuk mencari
data tertentu harus dimulai dari awal.
a)
Database&
DBMS (Database Management System)
Database menurut Sulianta(2016)
adalah sumber penting dalam
pengalokasiandata dan menganalisa data.Menurut McLeod dan Schell (2007)
mengatakan DBMS adalah software aplikasi
yang digunakan untuk menyimpan struktur database, data, relasi dan table, form
dan report. Sedangkan Romey dan Steinbart (2015) berpendpat bahwa DBMS
merupakan interface yang
menghubungkan database dengan program lainnya.
b)
Peranan Database& DBMS (Database Management System) dalam Psikologi
Database merupakan salah satu komponen yang
penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan
informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau
diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan
menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Salah satu contohnyadalam
bidang psikologi, khususnya pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi
penggunaan (PIO) database sangatlah dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak HRD
untuk melihat atau mengecek data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau
calon pegawai diantara ribuan pegawai yang ada.
B. Sistem Pakar dan AI
1.
Definisi sistem pakar dan AI
Sistem pakar adalah
sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik
penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh
seorang paka dalam bidang tersebut (Martin & Oxman dalam Kusrini, 2006).
Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan
masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan
keputusan, pemanduan pengetahuan, pembuatan desain, perencanaan, prakiraan,
pengaturan, pengendalian, diagnosis, perumusan, penjelasan, pemberian nasehat,
dan pelatihan. Selain itu sistem pakar juga berfungsi sebagai asisten yang
pandai dari seorang pakar (Martin & Oxman dalam Kusrini, 2006).
2.
Sejarah Sistem
Pakar dan AI
Sejarah sistem pakar
menurut Kusrini (2006) yaitu mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an
oleh Artificial Intellegence Corporation.
Periode penelitian Artificial
Intellegence didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabungkan
dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia
super. Suatu usaha kea rah ini adalah Genral
Purpose Problem-Solver (GPS).GPS yang sebuah prosedur yang dikembangkan
oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah
percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas.GPS sendiri merupakan sebuah Predesessor menuju Expert System (ES). GPS berusaha menyusun langkah-langkah yang
dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah
dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan
diagnosis pertama dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanfors
University yang diberi nama MYCIN yang merupakan program interaktif yang
melakukan diagnosis penyakit meningitis dan infeksi bercemia serta memberikan
rekomendasi terapi antimikrobia.
3.
Hubungan AI
dengan kognisi manusia
Teknologi Artificial Intelligence
memiliki hubungan yang erat dengan dunia teknologi komunikasi dan informasi.
Sama seperti proses komunikasi, Artificial Intelligence menaruh
perhatian yang besar terhadap konsep kognisi. Salah satu fungsi kognisi yang
kita kenal adalah bahasa. Dengan adanya sistem bahasa, komunikasi antara sender
dengan receiver dapat berjalan dengan lancar, dan sistem bahasa, lebih
spesifiknya sistem computer linguistic, pun telah menyumbang banyak
kontribusi bagi perkembangan dunia Artificial Intelligence. Dari
relasi ini, bisa terlihat bahwa bahasa sebagai salah satu konsep relevan dalam
dunia komunikasi memiliki hubungan yang demikian erat dengan perkembangan
teknologi artificial intelligence dari zaman dahulu hingga sekarang.
4. Aplikasi
AI dan Sitem pakar untuk Psikologi
Solso, Machlin & Machlin (2007)mengemukakan
bahwa Aplikasi AI dan Sistem pakar untuk Psikologi ada 3 yaitu :
a)
ELIZA
Salah satu program komputer pertama yang mampu
berkomunikasi, yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966).yang dapat mengelabui
pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia
nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara
seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis
dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode
operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat
input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang
dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna. Jika
tidak ada kata kunci yang ditemukan, komputer akan menjawab dengan ciri-cirinya
yang tanpa isi.
b)
PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang dikembangkan di
Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, Hilf, Webber dan
Kreamer pada tahun 1972 yang mensimulasikan seorang paranoid sebagai subjek
karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoid memang ada,
perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan
penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan
antara respon simulasi computer dan respon manusia. Hasilnya mengindikasikan
sulit dibedakannya model dn pasien dalam setting yang sangat special.
c)
NETtalk
Program ini jenisnya cukup berbeda,
berdasarkan pada jaringan-jaringan neuron, sehinggan dinamakan NETtalk.Program
ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di
Universitas Princeton (Heppenheimer, 1988; Sejnowski dan Rosenberg, 1987).Dalam
program ini NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras.Model
stimulasi jaringan neuron terdiri atas beberapa ratus unit (neuron) dan ribuan
koneksi. NETtalk emmbaca keras-keras dengan cara konversi tulisan menjadi
fenm-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Sistem ini, seperti sistem
yang sudah diketahui sebelumnya. NETtalk membaca dengan memperhatikan tulisan
satu demi satu, aplikasi yang lebih praktis cukup terlihat apa yang mungki tidak terlalu terlihat.
5.
Generasi peranan SP dan AI dalam bidang psikologi
Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang
psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan
pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat
diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan
sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition &
psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang
pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha
meniru metodelogi dan kinerjanya (Kusumadewi, 2003).
Sumber
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi.Jakarta : PT. Gramedia pustaka utama.
Diah. 2016. https://www.kompasiana.com/diahretnowsr/tau-gak-sih-cbis-itu-apa_570cec9f317a61c0083b0143 diakses tanggal 31 oktober 2017
Ervana.2016.https://www.kompasiana.com/ervanhasby/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis_5718ef2f61afbdc10a007217
diakses tanggal 31 oktober 2017
http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/hierarki-data-data-hierarchy/ diakses tanggal 31 oktober 2017
Kusrini, (2006).Sistem
pakar, teori dan aplikasi.Yogyakarta : C.V Andi Offset.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial intelligence (teknik
dan aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Solso R.L, Machlin O.H & Machlin M.K. (2007).Psikologi
kognitif edisi kedepalan. Jakarta
: Erlangga
Sulianta, Feri. (2008). Komputer forensik. Jakarta:
Gramedia.
Umar, H. (2005). Riset
pemasaran & perilaku konsumen.Jakarta : PT. Gramedia pustaka utama.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar