WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 01 November 2017

#SIP pertemuan kedua



1.      CBIS
a.       Definisi CBIS
Merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yg berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yg mendukung pengambilan kepeutusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Informasi yg disajikan dalam bentuk tulisan dan lisan oleh suatu pengolah informasi dan berbasis komputer. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni: SIA, SIM, DSS, EDP dan SPK. 
b.      Evolusi CBIS
Menurut Umar (2005) Evolusi sistem informasi yang berbasis komputer yang tahapannya memperlihatkan perkembangan kemajuan tekonolgi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan
Evolusi CBIS adalah sebagai berikut:
1)      SIA (Sistem informasi
Aplikasi SIA menggunakan komputer hanya bersifat pengolahan data perusahaan secara sederhana, dimana informasi untuk manajemen masih merupakan produksi sampingan. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi berbeda dengan abad ke-20 perusahaan pada umumnya mengabaikan kebuuhan informasi SIA.
2)      SIM (Sistem informasi Manajemen)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yg mempengaruhi cara penggunaan komputer yaitu SIM.
Fokus refisi pada pendukung keputusan
Sisitem pendukungg keputusan (decision support system) sistem penghasil informasi yg ditujukan pada suatu masalh tertentu yg harus dipecahkan oleh menejer dan keputusan yg harus dibuat menejer itu sendiri seperti DSS.
Konsep SIM menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi manajemen.MIS merupakan satu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.
3)      DSS (Decision Support System)
Merupakan  sistem pengahasil informasi yang ditunjukkan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta mengambil keputusan. Jadi DSS mendukung satu orang manajer sekalipun dengan masalahnya sendiri-sendiri. Sistem pendukung keputusan (decision support system) sistem penghasil informasi yg ditujukan pada suatu masalh tertentu yg harus dipecahkan oleh menejer dan keputusan yg harus dibuat menejer itu sendiri seperti DSS.
4)      OA (Office Automatic)
Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan productivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, fax, word-prossesing, e-mail, dan desktop publishing. Pada waktu DSS berkembang perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para menejer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
5)      Sistem Pakar
Ide dasar kecerdasan buatan (AI) adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI adalah sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis pakar (expert system).Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam satu area fungsional. Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan sebagai bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian dari penalaran logis yg sama seperti manusia, suatu aplikasi yg dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Jadi guys, seperti uraian diatas sangatlah jelas bahwa kehadiran teknologi sistem komputer sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yg dapat dipertanggungjawabkan.

2.      Data
 Amsyah (2005) mendefinisikan data adalah bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi. Tanpa data, pekerjaan informasi tidak akan pernah ada. Data adalah fakta yang terjadi karena adanya kegiatan organisasi yang terjadi pada lini transaksi, manajemen lini bawah, lini tengah, dan lini atas.
a.       Hirearki data
  Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
  Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
  Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
  Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar 1 merupakan contoh dari record. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.


File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.

Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.

b.      Penyimpanan data sekunder
Menurut Sulianta (2016) Storage device atau media penyimpanan.Istilah ini mengacu pada media penyimpanan sekunder (secondary storage device).Salah satu istilah yang mengacu pada media penyimpanan sekunder, antara lain DASD dan SASD.
1)      Direct Access Storage Device (DASD) yaitu proses yang lebih cepat di banding SASD, karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu dari awal berurutan.
2)      Sequential Access Storage Device (SASD) yaitu proses yang lambat karena untuk mencari data tertentu harus dimulai dari awal.

a)      Database& DBMS (Database Management System)
Database menurut Sulianta(2016) adalah sumber penting dalam pengalokasiandata dan menganalisa data.Menurut McLeod dan Schell (2007) mengatakan DBMS adalah software aplikasi yang digunakan untuk menyimpan struktur database, data, relasi dan table, form dan report. Sedangkan Romey dan Steinbart (2015) berpendpat bahwa DBMS merupakan interface yang menghubungkan database dengan program lainnya.
b)      Peranan Database& DBMS (Database Management System) dalam Psikologi
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Salah satu contohnyadalam bidang psikologi, khususnya pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi penggunaan (PIO) database sangatlah dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak HRD untuk melihat atau mengecek data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau calon pegawai diantara ribuan pegawai yang ada.

B. Sistem Pakar dan AI
            1. Definisi sistem pakar dan AI
Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang paka dalam bidang tersebut (Martin & Oxman dalam Kusrini, 2006). Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan, pemanduan pengetahuan, pembuatan desain, perencanaan, prakiraan, pengaturan, pengendalian, diagnosis, perumusan, penjelasan, pemberian nasehat, dan pelatihan. Selain itu sistem pakar juga berfungsi sebagai asisten yang pandai dari seorang pakar (Martin & Oxman dalam Kusrini, 2006).
 
2.      Sejarah Sistem Pakar dan AI
Sejarah sistem pakar menurut Kusrini (2006) yaitu mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intellegence Corporation. Periode penelitian Artificial Intellegence didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabungkan dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha kea rah ini adalah Genral Purpose Problem-Solver (GPS).GPS yang sebuah prosedur yang dikembangkan oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas.GPS sendiri merupakan sebuah Predesessor menuju Expert System (ES). GPS berusaha menyusun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanfors University yang diberi nama MYCIN yang merupakan program interaktif yang melakukan diagnosis penyakit meningitis dan infeksi bercemia serta memberikan rekomendasi terapi antimikrobia. 
3.      Hubungan AI dengan kognisi manusia
Teknologi Artificial Intelligence memiliki hubungan yang erat dengan dunia teknologi komunikasi dan informasi. Sama seperti proses komunikasi, Artificial Intelligence menaruh perhatian yang besar terhadap konsep kognisi. Salah satu fungsi kognisi yang kita kenal adalah bahasa. Dengan adanya sistem bahasa, komunikasi antara sender dengan receiver dapat berjalan dengan lancar, dan sistem bahasa, lebih spesifiknya sistem computer linguistic, pun telah menyumbang banyak kontribusi bagi perkembangan dunia Artificial Intelligence. Dari relasi ini, bisa terlihat bahwa bahasa sebagai salah satu konsep relevan dalam dunia komunikasi memiliki hubungan yang demikian erat dengan perkembangan teknologi artificial intelligence dari zaman dahulu hingga sekarang.
4.      Aplikasi AI dan Sitem pakar untuk Psikologi
 Solso, Machlin & Machlin (2007)mengemukakan bahwa Aplikasi AI dan Sistem pakar untuk Psikologi ada 3 yaitu :
a)      ELIZA
Salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966).yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna. Jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, komputer akan menjawab dengan ciri-cirinya yang tanpa isi.
b)       PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, Hilf, Webber dan Kreamer pada tahun 1972 yang mensimulasikan seorang paranoid sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoid memang ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi computer dan respon manusia. Hasilnya mengindikasikan sulit dibedakannya model dn pasien dalam setting yang sangat special.
c)      NETtalk
Program ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaringan-jaringan neuron, sehinggan dinamakan NETtalk.Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton (Heppenheimer, 1988; Sejnowski dan Rosenberg, 1987).Dalam program ini NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras.Model stimulasi jaringan neuron terdiri atas beberapa ratus unit (neuron) dan ribuan koneksi. NETtalk emmbaca keras-keras dengan cara konversi tulisan menjadi fenm-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Sistem ini, seperti sistem yang sudah diketahui sebelumnya. NETtalk membaca dengan memperhatikan tulisan satu demi satu, aplikasi yang lebih praktis cukup terlihat apa yang mungki  tidak terlalu terlihat.

5.      Generasi peranan SP dan AI dalam bidang psikologi
Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition & psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (Kusumadewi, 2003).

Sumber
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi.Jakarta : PT. Gramedia     pustaka            utama.
Ervana.2016.https://www.kompasiana.com/ervanhasby/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis_5718ef2f61afbdc10a007217 diakses tanggal 31 oktober 2017
http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/hierarki-data-data-hierarchy/ diakses tanggal 31 oktober 2017
Kusrini, (2006).Sistem pakar, teori dan aplikasi.Yogyakarta : C.V Andi      Offset.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial intelligence (teknik dan aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Solso R.L, Machlin O.H & Machlin M.K. (2007).Psikologi kognitif edisi kedepalan.           Jakarta : Erlangga
Sulianta, Feri. (2008). Komputer forensik. Jakarta: Gramedia.
Umar, H. (2005). Riset pemasaran & perilaku konsumen.Jakarta : PT. Gramedia     pustaka utama.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inuyasha - Kagome