Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Presepsi
Ada banyak faktor yang
dapat mempengaruhi persepsi diantaranya :
1.
Ketersediaan informasi
sebelumnya; ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru
bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu,
dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih
dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di
tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih
karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya.
Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.
2.
Kebutuhan; seseorang
akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh
sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada
orang lain yang baru saja makan.
3.
Pengalaman masa lalu;
sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi
bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu
oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain
yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim,
ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna
gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di
sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan
cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak
buahnya yang lain tidaksenang dengan sibos.
Faktor psikologis lain
yang juga penting dalam persepsi adalah berturut-turut: emosi ,impresi dan
konteks.
- Emosi; akan mempengaruhi seseorang dalam menerima dan mengolah informasi pada suatu saat, karena sebagian energi dan perhatiannya (menjadi figure) adalah emosinya tersebut. Seseorang yang sedang tertekan karena baru bertengkar dengan pacar dan mengalami kemacetan, mungkin akan mempersepsikan lelucon temannya sebagai penghinaan.
- Impresi; stimulus yang salient / menonjol, akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. Gambar yang besar, warna kontras, atau suara yang kuat dengan pitch tertentu, akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya. Seseorang yang memperkenalkan diri dengan sopan dan berpenampilan menarik, akan lebih mudah dipersepsikan secara positif, dan persepsi ini akan mempengaruhi bagaimana ia dipandang selanjutnya
- Konteks; walaupun faktor ini disebutkan terakhir, tapi tidak berarti kurang penting, malah mungkin yang paling penting. Konteks bisa secara sosial, budaya atau lingkungan fisik. Konteks memberikan ground yang sangat menentukan bagaimana figure dipandang. Fokus pada figure yang sama, tetapi dalam ground yang berbeda, mungkin akan memberikan makna yang berbeda
- Faktor-faktor yang Berperan dalam Persepsi
Persepsi
individu mengorganisasikan dan menginterprestasikan stimulus yang
diterimanya, sehingga stimulus tersebut mempunyai arti bagi individu yang
bersangkutan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa stimulus merupakan
salah satu faktor yang berperan dalam persepsi. Berkaitan dengan faktor-faktor
yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan adanya beberapa faktor,
yaitu:
1)
Objek yang dipersepsi
Objek
menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus
dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari
dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf
penerima yang bekerja sebagai reseptor.
2)
Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat indera
atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. Disamping itu juga
harus ada syaraf sensoris sbagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima
reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran.
Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf motoris.
3)
Perhatian
Untuk
menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian,
yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka
mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari
seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.
Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengadakan persepsi ada
syarat-syarat yang bersifat :
a)
Fisik atau kealaman
b)
Fisiologis
c)
Psikologis
Berdasarkan
atas penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa perhatian itu ada
bermacam-macam, sesuai dari segi mana perhatian itu akan ditinjau. Ditinjau
dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan
dan perhatian tidak spontan.
- Perhatian spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sendirinya, timbul dengan secara spontan. Perhatian ini erat hubungannya dengan minat individu. Bila individu telah mempunyai minat terhadap sesuatu objek, maka terhadap objek itu biasanya timbul perhatian yang spontan, secara otomatis perhatian itu akan timbul. Misalnya bila seseorang mempunyai minat terhadap seni lukis, maka secara spontan perhatiannya akan tertuju pada lukisan yang ia lihat.
- Perhatian tidak spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sengaja, karena itu harus ada kemauan untuk menimbulkannya. Seorang mahasiswa mau tidak mau harus memperhatikan pelajaran filsafat, sekalipun ia tidak menyenangi, karena ia harus mempelajarinya. Karena itu untuk dapat mengikuti pelajaran tersebut, dengan sengaja ia harus menimbulkan perhatiannya terhadap pelajaran filsafat itu.
Dilihat dari
banyaknya objek yang dapat dicakup oleh perhatian pada suatu waktu, perhatian
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Perhatian yang sempit, yaitu perhatian individu pada suatu waktu hanya dapat memperlihatkan sedikit objek.
- Perhatian yang luas, yaitu individu pada suatu waktu dapat memperhatikan banyak objek pada suatu saat sekaligus.
- Proses Terjadinya Persepsi
Proses
terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagai berikut. Objek menimbulkan
stimulus, dan stimulus mengenai alat indra atau reseptor. Perlu
dikemukakan bahwa antara objek dan stimulus itu berbeda, tetapi ada
kalanya bahwa objek dan stimulus itu menjadi satu, misalnya dalam hal
tekanan. Benda sebagai objek langsung mengenai kulit, sehingga akan
terasa tekanan tersebut .
Proses
stimulus mengenai alat indra merupakan proses kealaman atau proses fisik.
Stimulus yang diterima oleh alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris
ke otak disebut sebagai proses fisiologis. Kemudian terjadilah proses di
otak sebagai pusat kesadaran sehingga individu menyadari apa yang
dilihat, atau apa yang didengar, atau apa yang diraba, proses ini disebut
dengan proses psikologis.
Proses
Perubahan Sensasi – Persepsi
1. Stimulus : (cahaya, suara, suhu)
2. Transductive :
sinyal listrik ke impuls syaraf
3. Brain: Primary
Areas : Impuls syaraf menjadi sensasi
4. Brain:
Association Areas : sensasi diubah menjadi image yang bermakna (persepsi)
5. Personalized perception:
pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatanpersonal akan menambah persepsi
kita. Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya.
Persepsi dapat bisa berubah, atauterdistorsi
sumber: https://hananimiftahul.wordpress.com/2013/10/09/makalah-psikologi-umum-sensasi-dan-persepsi

