WELCOME TO MY BLOG

Rabu, 24 Mei 2017

3PA04- Tugas 3 Psikoterapi- Review Jurnal Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)



Review Jurnal

Judul
:
RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY IN THE TREATMENT OF STRESS
Jurnal
:
British Journal Of Guidance And Counselling. Vol. 22, no.1.
Penulis
:
Michael Abrams & Albert Ellis
Reviewer
:
Nurul Fadillah (18514263)
Tanggal Review
:
22 Mei 2017
Abstrak
:
Pendekatan Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) adalah pendekatan behaviour kognitif yang menekankan pada keterkaitan antara perasaan, tingkah laku dan pikiran. REBT memandang gangguan yang berhubungan dengan stress berasal dari keyakinan irasional (Irrational Beliefs), filosofi, dan tingkah laku.
Istilah “stress” adalah istilah yang umum yang telah diterapkan dalam beberapa negara dan situasi yang berbeda, bahwa stress adalah perbuatan pada jiwa dan tubuh yang mengurangi homeostasis, homeostasis adalah keadaan yang relatif konstan di dalam lingkungan internal tubuh, dipertahankan secara alami oleh mekanisme adaptasi fisiologis. Namun dalam quote yang dibuat oleh shakespearse menyatakan bahwa; Stress tidaklah ada. Tidak ada bakal pembaharuan disini. Maksudnya itu cukup harfiah: stress tidaklah ada pada diri itu. Stress seperti kebaikan atau keburukan, itu hanya ada pada persepsi dan reaksi pada penderita stress.


Ada 3 hal pokok REBT atau sering dikenal dengan rumus ABC, antara lain;
a. Antecedent events (A’s) merupakan peristiwa pendahulu yang berupa fakta, peristiwa, perilaku, atau sikap orang lain yang sering diasosiasikan dengan luka psikis sehingga menimbulkan gangguan kecemasan.
b. The person’s beliefs (B’s) adalah keyakinan, pandangan, nilai, atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Keyakinan seseorang ada dua macam yaitu keyakinan yang rasional ( rational belief atau r’B) dan keyakinan irasional (irrational belief i’B).
c. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan activating events (A’s). Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A’s namun disebabkan oleh variabel dari keyakinan (B’s) baik yang (r’B) maupun yang (i’B).
alah satu gangguan emosi mereka telah dijelaskan, terapis pada kolaborasi dengan memeriksa klien pada irrational beliefs dan dogma yang membuatnya stress dan menunjukkan kepada klien bagaimana mengaktifkan dan menguatkan dispute (D) kepercayaannya (B).
Disputing pemikiran dan kepercayaan memiliki tiga bentuk; kognitif, imaginal, dan behavioural.
a. Cognitive disputation meliputi penggunaan pertanyaan langsung, penalaran logis, dan persuasi. Pertanyaan langsung akan mendorong klien menantang klien membuktikan bahwa respons mereka logis.
b. Imaginal Disputation, klien diminta membayangkan situasi dimana mereka cenderng menjadi kecewa. Klien memeriksa self- talk mereka selama situasi dibayangkan tersebut. Lalu terapis meminta klien untuk membayangkan situasi yang sama namun kali ini lebih moderate dalam self- talk mereka. Kedua, therapis meminta klien untuk membayangkan situasi dimana klien merasa atau berperilaku berbeda dari beberapa contoh nyata. Klien lalu diinstrusikan untuk memeriksa self- talk yang digunakan pada situasi yang dibayangkan.
c. Behavioural dispution meliputi berperilaku dengan cara yang merupakan kebalikan dari cara biasanya klien. Terkadang Behavioural Disputation berbentuk bibliotherapy, yang mana klien membaca dan mengisi sebuah self-help book. Pada waktu lainnya, behavioural disputation meliputi kegiatan role- play dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang mana klien benar- benar melakukan aktivitas yang sebelumnya dianggap tidak mungkin untuk dilakukan. Klien membawa tugasnya yang sudah selesai kepada therapis REBT pada sesi konseling berikutnya dan mengevaluasinya dengan bantuan terapis.
Kelebihan
:
penggunaan REBT dalam penyembuhan stress ringan karena REBT memiliki pendekatan yang jelas, mudah dipelajari, dan efektif. REBT efektif digunakan pada permasalahan remaja yang mengalami gangguan afektif, gangguan kecemasan,dan gangguan penyesuaian diri. Dengan melibatkan kognitif, emotif, dan behaviour maka dapat membantu klien dalam mengatasi permasalahannya dengan melibatkan diri mereka sendiri dalam merubah kepercayaan irasional dan membuat disputing yang tepat bagi dirinya.
Kekurangan

Terapi REBT tidak dapat digunakan untuk gangguan-gangguan lebih berat seperti OCD, Skizofrenia, dan gangguan-gangguan psikopatologi yang bersifat lumayan berat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inuyasha - Kagome