WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 19 Maret 2015

Psikologi Umum II:Sensasi-Persepsi


Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Presepsi
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya :
1.      Ketersediaan informasi sebelumnya; ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.
2.      Kebutuhan; seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.
3.      Pengalaman masa lalu; sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidaksenang dengan sibos.

Faktor psikologis lain yang juga penting dalam persepsi adalah berturut-turut: emosi ,impresi dan konteks.
  1. Emosi; akan mempengaruhi seseorang dalam menerima dan mengolah informasi pada suatu saat, karena sebagian energi dan perhatiannya (menjadi figure)  adalah emosinya tersebut. Seseorang yang sedang tertekan karena baru bertengkar dengan pacar dan mengalami kemacetan, mungkin akan mempersepsikan lelucon temannya sebagai penghinaan.
  2. Impresi; stimulus yang salient / menonjol, akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. Gambar yang besar, warna kontras, atau suara yang kuat dengan pitch tertentu, akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya. Seseorang yang memperkenalkan diri dengan sopan dan berpenampilan menarik, akan lebih mudah dipersepsikan secara positif, dan persepsi ini akan mempengaruhi bagaimana ia dipandang selanjutnya
  3. Konteks; walaupun faktor ini disebutkan terakhir, tapi tidak berarti kurang penting, malah mungkin yang paling penting. Konteks bisa secara sosial, budaya atau lingkungan fisik. Konteks memberikan ground yang sangat menentukan bagaimana figure dipandang. Fokus pada figure yang sama, tetapi dalam ground yang berbeda, mungkin akan memberikan makna yang berbeda

  1. Faktor-faktor  yang Berperan dalam Persepsi
Persepsi individu mengorganisasikan dan menginterprestasikan stimulus yang  diterimanya, sehingga stimulus tersebut mempunyai arti bagi individu yang  bersangkutan. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa stimulus merupakan  salah  satu faktor yang berperan dalam persepsi. Berkaitan dengan faktor-faktor  yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan  adanya beberapa faktor, yaitu:
1)     Objek  yang  dipersepsi
Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor.  Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung  mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor.
2)     Alat indera,  syaraf,  dan  pusat  susunan  syaraf
Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus.  Disamping itu juga harus ada syaraf sensoris sbagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu  otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon  diperlukan syaraf motoris.
3)     Perhatian
Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya  perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan  dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan  atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengadakan persepsi ada syarat-syarat yang bersifat :
a)     Fisik atau kealaman
b)     Fisiologis
c)     Psikologis
Berdasarkan atas penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa perhatian itu ada bermacam-macam, sesuai dari segi mana perhatian itu akan ditinjau. Ditinjau dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan dan perhatian tidak spontan.
  1. Perhatian spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sendirinya, timbul dengan secara spontan. Perhatian ini erat hubungannya dengan minat individu. Bila individu telah mempunyai minat terhadap sesuatu objek, maka terhadap objek itu biasanya timbul perhatian yang spontan, secara otomatis perhatian itu akan timbul. Misalnya bila seseorang mempunyai minat terhadap seni lukis, maka secara spontan perhatiannya akan tertuju pada lukisan yang ia lihat.
  2. Perhatian tidak spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sengaja, karena itu harus ada kemauan untuk menimbulkannya. Seorang mahasiswa mau tidak mau harus memperhatikan pelajaran filsafat, sekalipun ia tidak menyenangi, karena ia harus mempelajarinya. Karena itu untuk dapat mengikuti pelajaran tersebut, dengan sengaja ia harus menimbulkan perhatiannya terhadap pelajaran filsafat itu.
Dilihat dari banyaknya objek yang dapat dicakup oleh perhatian pada suatu waktu, perhatian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Perhatian yang sempit, yaitu perhatian individu pada suatu waktu hanya dapat memperlihatkan sedikit objek.
  2. Perhatian yang luas, yaitu individu pada suatu waktu dapat memperhatikan banyak objek pada suatu saat sekaligus.
  3. Proses Terjadinya  Persepsi
Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagai berikut. Objek menimbulkan  stimulus, dan stimulus mengenai alat indra atau reseptor. Perlu dikemukakan  bahwa antara objek dan stimulus itu berbeda, tetapi ada kalanya bahwa objek dan  stimulus itu menjadi satu, misalnya dalam hal tekanan. Benda sebagai objek  langsung mengenai kulit, sehingga akan terasa tekanan tersebut .
Proses stimulus mengenai alat indra merupakan proses kealaman atau proses  fisik. Stimulus yang diterima oleh alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke  otak disebut sebagai proses fisiologis. Kemudian terjadilah proses di otak sebagai  pusat kesadaran sehingga individu menyadari apa yang dilihat, atau apa yang  didengar, atau apa yang diraba, proses ini disebut dengan proses psikologis.

Proses Perubahan Sensasi – Persepsi

1. Stimulus : (cahaya, suara, suhu)
2. Transductive : sinyal listrik ke impuls syaraf
3. Brain: Primary Areas : Impuls syaraf menjadi sensasi
4. Brain: Association Areas : sensasi diubah menjadi image yang bermakna (persepsi)
5. Personalized perception: pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatanpersonal akan menambah persepsi kita. Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bisa berubah, atauterdistorsi



sumber: https://hananimiftahul.wordpress.com/2013/10/09/makalah-psikologi-umum-sensasi-dan-persepsi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inuyasha - Kagome